Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

pura tanah lot

Pura Tanah Lot merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Bali. Pura ini berada di wilayah desa Baraban, kecamatan Kediri, kabupaten Tabanan. Tanah Lot berjarak sekitar 33 km di sebelah barat kota Denpasar atau berjarak sekitar 11 km di sebelah selatan kota Tabanan.

Berdasarkan asal-usulnya pura ini memiliki arti sebagai “tanah laut” atau “tanah di laut”. Kata “Tanah” berasal dari kata “tanah” yang diartikan sebagai batu karang yang menyerupai gili atau pulau kecil, sedangkan kata “Lot atau Lod” mempunyai arti laut. Sehingga nama Tanah Lot dapat diartikan sebagai pulau kecil yang terapung di tengah lautan.
Pura Tanah Lot terkenal karena letaknya pura yang berada di atas batu karang di laut dekat pantai. Batu karang tersebut terpisah dengan batu karang lain dan apabila air laut sedang pasang maka pura Tanah Lot terlihat seperti mengapung karena dikelilingi oleh air laut yang berombak.

Pura Tanah Lot dibangun di atas batu karang seluas ± 3 are dan dapat dicapai beberapa menit dengan berjalan kaki, karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari tepi pantai. Bila air laut surut, pada beberapa celah batu karang di sekitarnya terdapat beberapa ekor ular belang hitam putih yang sangat jinak dan menurut penduduk setempat ular-ular tersebut adalah milik Dewata yang bertugas menjaga pura Tanah Lot. Hal unik lainnya, menurut informasi di sekitar pura juga terdapat mata air tawar yang hanya dapat terlihat pada saat air laut sedang surut.

Pura Tanah Lot adalah pura umum pemujaan Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Dewa Baruna yaitu dewa penguasa laut. Selain itu berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja kebesaran dan kemuliaan Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta yang dianggap sebagai ‘Bhatara Sakti wau Rauh’. Dengan demikian pura Tanah Lot tergolong sebagai pura umum yang bersifat pura Dang Kahyangan.

Berbeda dengan pura lainnya di Bali, pura Tanah Lot tidak memiliki beberapa halaman karena dibangun di atas batu karang yang tidak beraturan sudut-sudut halamannya. Untuk memasuki pura harus melalui liku-liku batu karang yang dijadikan tangga naik tidak beraturan, mulai dari sebelah utara lalu membelok ke arah barat kemudian ke selatan dan akhirnya harus menaiki beberapa tangga lagi untuk sampai ke halaman pura.

Pura Tanah Lot memiliki upacara atau piodalan hari jadinya yang jatuh pada hari Rabu Wage Langkir yang berlangsung setiap 6 bulan atau 210 hari sekali. Saat itu seluruh umat Hindu dari berbagai daerah di Bali akan datang bersembahyang untuk memohon keselamatan dan ketentraman.

Sejarah berdirinya pura Tanah Lot berkaitan erat dengan riwayat perjalanan Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wau Rauh yang datang dari Blambangan – Jawa Timur ke Bali pada abad ke-16 saat pemerintahan raja Dalem Waturenggong di Gelgel. Beliau mengadakan perjalanan suci (dharmayatra) menyusuri pantai selatan pulau Bali mulai dari daerah barat sampai ke daerah timur. Akhirnya beliau sampai pada sebuah pantai di daerah Tabanan, yang tidak jauh dari desa Baraban, melihat sebuah batu karang yang berbentuk pulau kecil yang berada di laut. Di tempat ini beliau melakukan semedhi atau bertapa lalu merasakan getaran-getaran kesucian. Maka beliau menyarankan di atas batu karang agar didirikan bangunan suci untuk memuja Tuhan yang kemudian menjadi nama pura Tanah Lot.

Untuk mencapai tempat wisata di Bali Pura Uluwatu ini anda dapat menggunakan jasa sewa mobil murah di Bali kami, atau dengan memilih paket wisata di Bali