Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tempat wisata di Bali Tirta Empul merupakan obyek wisata berupa tempat yang terdapat sumber mata air yang disucikan bersama tempat pemujaannya, yaitu Pura Tirta Empul. Obyek wisata ini terletak di desa Tampak Siring, kecamatan Tampak Siring, kabupaten Gianyar, dan berjarak sekitar 39 km sebelah timur dari Denpasar. Tirta Empul berada di kawasan lembah yang dikelilingi daerah yang lebih tinggi dan di sebelah baratnya terdapat istana peristirahatan Presiden.

Berdasarkan mitologi Bali, Tirta Empul diciptakan oleh Dewa Indra ketika berperang melawan raja Maya Denawa – seorang raja sakti yang memiliki ilmu maya (bisa menghilang). Karena kesaktian itu, raja Maya Denawa menjadi sangat sombong dan merasa dirinya adalah Tuhan. Raja Maya Denawa menciptakan kolam yang berisi air racun, sehingga banyak rakyat yang meninggal karena meminum air racun tersebut. Melihat hal itu, akhirnya Dewa Indra turun ke bumi untuk menolong dan menyelamatkan rakyat serta memerangi raja Maya Denawa.

Dalam pelariannya karena berperang dengan Dewa Indra, raja tersebut menggunakan ilmu mayanya dengan berjalan miring untuk menghindari jejak dan mengelabui musuh yang mengejarnya. Dari kisahnya yang tapaknya yang miring inilah maka daerah di mana Tirta Empul berada disebut desa “Tampaksiring”. Akhirnya Dewa Indra berhasil mengalahkan raja Maya Denawa dan untuk menghidupkan rakyat yang meninggal maka Dewa Indra menggunakan keris saktinya dengan menancapkan ke tanah dan kemudian keluar air suci (empu), yang digunakan sebagai obat penawar untuk rakyat yang meninggal itu. Atas kemenangan tersebut, masyarakat merayakannya sebagai hari kemenangan Dharma yang disebut Hari Raya Galungan yang jatuh pada hari Buda Kliwon Dunggulan.

Dalam sebuah prasasti yang saat ini disimpan di Pura Sakenan – desa Manukaya sekitar 3 km ke arah utara dari Tirta Empul, nama Tirta Empul berasal dari kata “Tirtha ri air Hampul” yang lama kelamaan berubah menjadi Tirta Hampul dan akhirnya menjadi Tirtha Empul / Tirta Empul yang mempunyai arti “patirthaan yang airnya mengepul” atau “kolam suci yang airnya mengepul”. Pada tahun 960 masehi (882 Saka) mata air dan tempat pemujaan tersebut ditata menjadi kolam yang disucikan oleh raja Indra Jaya Singgha Warmadewa.

Kolam-kolam yang ada di dalam pura Tirta Empul dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok 5 (di sebelah timur) untuk mengambil air suci, yang di sini terdapat sebuah patung Betara Gangga sebagai simbolis air suci sungai Gangga. Kemudian kelompok 8 yang berada di sebelah barat kelompok 5, dibagi menjadi kelompok 5 dan kelompok 3 dengan sebuah sekat. Kelompok 5 berfungsi sebagai “pengelebur gering” dan kelompok 3 berfungsi sebagai “upadrawaning cor’. Kelompok 13 berada paling barat juga dibedakan fungsinya, yaitu nomor 1 dan 2 dari timur sebagai “toya pengentas”. Nomor 3 dari timur sebagai pembersih bagi roh orang yang sudah meninggal, nomor 13 dari timur merupakan tempat penyucian Bhatara Bayung. Dan sisa yang lainnya berfungsi sebagai “melukat”, yaitu untuk menyucikan jasmani dan rohani. Kelompok 5 bagian sebelah barat tembok yang menghadap ke barat adalah tempat “penglebur wong camar”, artinya diperuntukkan wanita yang sudah seharusnya menstruasi tetapi belum mendapatkannya.

Di dalam pura Tirta Empul terdapat bangunan pemujaan terhadap Dewa Indra (dewa perang atau dewa hujan) yang disebut “tepasana”. Di samping tepasana tersebut terdapat peninggalan purbakala berupa “lingga yoni” yang merupakan pemujaan Dewa Siwa dengan Dewi Parwati atau lambang dari “Purusa dan Pradana” sebagai lambang kesuburan. Di sebelahnya terdapat arca Singga diperkirakan sebagai kendaraan Dewi Parwati dalam aspek kroda (durga), oleh karena itu Dewi Parwati disebut juga Dewi Singga Wahini.

Pura Tirta Empul merupakan tempat pemujaan Dewa Indra yang memiliki struktur yang sama dengan pura-pura lain yang juga terbagi menjadi “tri mandala” yaitu “utamaning mandala”, “madyaning mandala” dan “nistaning mandala”.

Tertarik ingin ke Tirta Empul ? Untuk mencapai tempat wisata di Bali ini anda dapat menggunakan jasa sewa mobil murah di Bali kami, atau dengan memilih paket wisata di Bali.